Analisis kecurangan perusahaan

Nama : Diah Mulyani

Kelas : 4ea06

Npm :10208364

Analisis kecurangan perusahaan

Limbah Pabrik Masih Mengotori Kali Cikarang

Minggu, 06/11/2011 – 15:02

YULYSTINE/”PRLM”

HASIL sidak masih ditemukan sejumlah pabrik yang membuang limbah ke Kali Cikarang.*

BEKASI, (PRLM).- Setelah dua pekan pasca sidak ke sejumlah pabrik terkait pencemaran Kali Cikarang, belum tampak perubahan yang berarti. Beberapa bahan pencemar yang telah diketahui sumbernya masih terus dapat ditemui. Padahal, dalam komitmen yang dilakukan pada saat sidak dua industri yang terbukti mencemari telah memberikan komitmennya untuk melakukan perubahan. Kedua pabrik tersebut adalah PT Fajar Surya Wisesa (Fajar Paper) dan pabrik Tahu Purnama.

Sebelumnya, pada sidak ke Fajar Paper petugas menemukan steroform yang mengambang di Kali Cikarang, gumpalan hitam yang muncul dari perusahaan itu. Selain itu, petugas juga menemukan bendungan di kali tersebut yang berada di dalam areal perusahaan dan tidak dilengkapi ijin, open dumping (penimbunan) limbah padat yang dimungkinkan mencemari air tanah.

Sementara itu, Pabrik Tahu Purnama terbukti tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Limbah Cair (IPLC) yang sesuai standar. IPLC yang dimiliki hanya menampung limbah pengolahan tahu. Air limbah dibuang langsung ke kali tanpa melewati penyaringan. Dari hasil laboraturium PJT II, diketahui pencemaran pabrik tahu Purnama cukup tinggi. Zat padat tersuspensi (TSS) dengan standar ambang baku 400 hasil pengujian lab mencapai 1.272, BOD5 dengan standar 150 hasil uji mencapai 788,42 dan COD dengan standar 300 hasil uji lab mencapai 2.182,40. Limbah yang dibuang berwarna putih dan berbau.

Ketua LSM el-Kail yang bergerak di kelestarian lingkungan, Amrul Mustofa mengatakan berdasarkan pemantauan yang dilakukan belum ada perkembangan berarti sejak dilakukannya sidak ke masing-masing perusahaan. Potongan steroform yang muncul dari PT Fajar Paper masih ditemui mengambang di kali Cikarang. Begitu pula, limbah cair hasil buangan pabrik tahu masih saja dibuang begitu saja. “Pada saat sidak kita sudah mendengar komitmen dari pihak perusahaan dan diberikan tenggat waktu 14 hari. Namun, sampai saat ini kita masih belum melihat pelaksanaan dari komitmen tersebut,” katanya akhir pekan lalu.

Ia menambahkan pada dasarnya sidak yang dilakukan itu adalah untuk menjaga kelestarian dan kesinambungan dari kali tersebut. Apalagi, Kali Cikarang merupakan sumber air bagi para penduduk yang berada di wilayah utara. “Yang kita inginkan adalah kontribusi perusahaan dalam menjaga lingkungan hidup dan eksistensinya. Ada keseimbangan yang mereka berikan untuk kelestarian lingkungan hidup. Kita tidak pernah bermaksud untuk menutup usaha mereka, namun ada timbal balik untuk menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPLH Kabupaten Bekasi Roni Harjanto mengatakan akan memanggil manajemen kedua pabrik tersebut. Pemanggilan dilakukan menyusul berakhirnya tenggang waktu 14 hari bagi masing-masing perusahaan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ditemukan. Selain mendengarkan penjelasan dari perusahaan, pihaknya juga akan tetap menurunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.

“Kita undang untuk melihat bagaimana perkembangannya. Tentu juga di cek ke lapangan. Bagaimann hasil dari komitmen mereka untuk mengurangi pencemaran. Minggu ketiga akan kita keluarkan rekomendasinya,” kata Roni, akhir pekan lalu.

Ia menyatakan untuk pabrik Tahu Purnama, BPLH telah mengirimkan konsultan untuk membuat IPLC yang sesuai standar. Namun, sayangnya sampai saat ini belum ada laporan baik dari konsultan maupun perusahaan.

Sementara, terkait bendungan Fajar Paper, Roni menjelaskan setelah di konfirmasi ke PJT bangunan tersebut tidak mengantongi izin. Pihak perusahaan hanya memiliki ijin pengambilan air. Bukan pembendungan. Oleh karena itu, ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pembongkaran. (A-188/A-147)

Analisis dari etika bisnis:

Tindakan kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan, membuang limbah pabrik ke kali apabila dilihat dari etika bisnis merupakan hal yang tidak boleh dan merugikan semua pihak.

Ini merupakan kasus yang harus kita perhatikan, karena kali di daerah cikarang merupakan sumber air bagi para penduduk yang berada di wilayah utara. Banyak warga yang terkena dampak akibat ulah perusahaan yang tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Limbah Cair (IPLC) yang sesuai standar. Agar di himbau bagi setiap perusahaan agar menjaga kelestarian lingkungan yang kita miliki, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang merasa di rugikan akibat ulah yang dilakukan perusahaan dengan membuang limbah pabrik sembarangan.

Sumber

http://www.pikiran-rakyat.com/node/164648

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: